TERNATE, Jhazirah – Harapan itu mulai menemukan jalannya di Aula SMA Negeri 5 Kota Ternate, Kamis (6/2). Ratusan nelayan yang selama ini terkendala sarana produksi kini mendapat peluang baru melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, hadir langsung membuka ruang dialog antara nelayan dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bukan sekadar sosialisasi, pertemuan itu menjadi jembatan agar nelayan memahami secara utuh prosedur dan manfaat KUR, khususnya untuk pengadaan bodi kapal.
“Kami ingin nelayan tidak lagi kesulitan modal. Pemerintah hadir untuk mempermudah akses pembiayaan sekaligus memberi dukungan sarana,” kata Sherly.
Tak berhenti pada pembiayaan, Pemprov Malut juga menyiapkan bantuan mesin kapal bagi kelompok nelayan yang memenuhi kriteria. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas tangkapan.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika perwakilan Yamaha dan Suzuki memaparkan keunggulan mesin kapal mereka. Nelayan diberikan pemahaman teknis mulai dari spesifikasi, efisiensi bahan bakar, hingga kecocokan mesin dengan karakter perairan Maluku Utara.
Bagi pemerintah daerah, langkah ini bukan sekadar program seremonial. Dengan jumlah nelayan mencapai sekitar 36 ribu orang di Maluku Utara, intervensi nyata dinilai penting untuk mendorong kesejahteraan sektor perikanan tangkap.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan produsen mesin, Pemprov Malut berharap nelayan Ternate dapat berlayar lebih jauh—bukan hanya di laut, tetapi juga menuju taraf hidup yang lebih baik.



















