Di atas hamparan Bukit Lestari Garden, Kelurahan Tabona, Ternate Selatan, Sabtu (07/02/2026) sebuah babak baru pendidikan di Kota Ternate resmi dimulai. Runy’s School meresmikan lokasi barunya—sebuah langkah besar yang menandai komitmen panjang lembaga ini dalam mencerdaskan generasi Maluku Utara.
Peresmian lokasi sekolah yang menaungi jenjang PAUD, SD, dan SMP itu dihadiri langsung Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Bunda PAUD Ternate Liza Marsaoly, Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly bersama istri, Ketua Yayasan Runy’s School Imelda Hasyim Ado, Pembina Yayasan M. Rafiq Radjiloen, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Muhlis Djumadil, Kepala DPPKB Kota Ternate H. Rajman Makka, para kepala sekolah, serta puluhan orang tua murid.

Prosesi peresmian ditandai dengan membunyikan sirine serta pengguntingan pita, termasuk peresmian mushollah oleh Wali Kota Ternate.
Ketua Panitia yang juga Kepala SD Runy’s School, Hj. Haryati Yusuf, mengungkapkan bahwa lokasi lama sudah tidak lagi memungkinkan menampung tingginya minat masyarakat.
“Runy’s School sudah mewarnai pendidikan di Maluku Utara. Ini sekolah ramah anak di Kota Ternate. Kami bahkan sering mengecewakan orang tua karena keterbatasan kuota. Banyak yang ingin masuk, tapi tidak tertampung,” ujarnya.
Ia menegaskan, sekolah ini menerapkan sistem pendidikan yang mampu bersaing dengan negara lain di Asia, dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan progresif.
Pembina Yayasan, M. Rafiq Radjiloen, menambahkan bahwa selama 16 tahun berdiri, Runy’s School terus bertransformasi menjawab tantangan zaman.

“Guru harus lebih cepat tanggap. Di era digital ini, jangan sampai murid lebih pintar dari gurunya. Sekolah harus nyaman, jauh dari perundungan. Kami ingin sekolah ini menjadi ikon dunia pendidikan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar akses jalan menuju sekolah dapat dibuat dua arah demi kenyamanan siswa dan tenaga pendidik. Ke depan, yayasan akan terus berinovasi dengan pembangunan fasilitas olahraga dan arena bermain PAUD, sekaligus memperkuat pendidikan karakter anak usia dini.
Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, menyatakan dukungan pemerintah terhadap pengembangan sekolah tersebut.
“Tahun 2026 kita memang mengalami keterbatasan pembangunan infrastruktur. Tapi selama tidak menabrak aturan dan sesuai RTRW, pemerintah akan mendukung,” katanya.
Ia juga mengaku mengikuti perjalanan Runy’s School sejak awal berdiri hingga kini memasuki usia ke-17 tahun.
“Saya minta Dinas Pendidikan untuk memperhatikan yayasan ini. Banyak tangan akan membesarkan sekolah ini. Tidak perlu berkecil hati,” pesannya.
Ketua Yayasan Runy’s School, Imelda Hasyim Ado, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang sekolah ini yang sejak awal bertujuan membangun karakter anak didik.
“Kami fokus pada pendidikan agama, hafalan Al-Qur’an, Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Pendidikan karakter sejak usia dini adalah bekal hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan Pemkot Ternate melalui kebijakan jam malam anak juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kota ramah anak.
Dengan lokasi baru yang lebih luas, Runy’s School berharap dapat menambah kuota siswa secara bertahap.
“Runy’s School tidak membatasi mimpi anak-anak tentang cita-citanya. Dengan lokasi baru ini, semoga lebih banyak anak yang bisa kami dampingi,” tutup Imelda.



















