HALUT, Jhazirah – Warga Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi Jalan Panaburu yang hingga kini belum mendapat perbaikan layak.
Jalan tani yang menjadi akses utama bagi sedikitnya tiga hingga empat desa itu disebut sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Namun, selama puluhan tahun, akses tersebut masih dalam kondisi berlubang dan licin, terutama saat musim hujan.
Warga mengaku aspirasi perbaikan jalan telah berulang kali disampaikan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) maupun agenda pertemuan lainnya. Namun hingga kini belum ada realisasi nyata.
“Kita sudah tak tahu lagi harus berteriak ke mana. Setiap tahun kita sampaikan di musrenbang, setiap acara kita datangi, tapi hanya mendapatkan senyuman dan janji yang tak pernah terealisasi. Hanya saat musim pemilihan tiba, mereka datang dengan senyum manis dan janji yang sama,” ujar Hamsyah, salah satu warga Malifut.
Hamsyah menyebut, kondisi jalan memaksa warga bergotong royong memperbaikinya secara swadaya. Setiap keluarga bahkan harus mengeluarkan biaya antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk menyewa alat berat (ekskavator) agar jalan bisa dilalui.
“Masing-masing keluarga mengeluarkan uang dari hasil jerih payah di ladang, hanya supaya jalan sedikit layak dilewati,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada masa pemerintahan sebelumnya, perbaikan jalan tersebut pernah dijanjikan oleh bupati kala itu. Namun hingga kini kondisi jalan tetap memprihatinkan.
Warga juga menyoroti delapan anggota DPRD Dapil 3 Kao–Malifut dari berbagai fraksi—Golkar, PDIP, Nasdem, Gerindra, PAN, dan Demokrat—yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam memperjuangkan aspirasi tersebut.
Kini, harapan masyarakat tertuju kepada Gubernur Maluku Utara, Serly Tjoanda. Warga berharap pemerintah provinsi dapat menghadirkan solusi nyata bagi akses jalan yang menopang aktivitas pertanian dan ekonomi masyarakat.
“Bukan hanya jalan yang kita butuhkan, tapi rasa dihargai sebagai bagian dari masyarakat Maluku Utara. Kami percaya Ibu Gubernur akan mendengar suara kami,” tambah Hamsyah.

















