TERNATE, Jhazirah – Gelombang besar masuknya warga negara asing (WNA) kembali menggegerkan Maluku Utara. Data resmi Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Malut menunjukkan 34.460 WNA masuk ke provinsi ini selama Januari–November 2025 — sebuah lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kepala Kanwil Imigrasi Malut, M. Ridwan, mengungkapkan bahwa dua wilayah menjadi pusat kedatangan terbesar:
- Halmahera Tengah (Halteng): 22.303 WNA
- Halmahera Selatan (Halsel): 11.655 WNA
Mayoritas merupakan tenaga kerja dan pendatang dari Republik Rakyat Cina (RRC).
“Kanim TPI Ternate mencatat 12.034 WNA tersebar di enam wilayah,” jelas Ridwan. Adapun rinciannya:
- Ternate: 179
- Tidore Kepulauan: 56
- Halbar: 1
- Halsel: 11.655
- Kep. Sula: 10
- Taliabu: 133
Sementara Kanim Non-TPI Tobelo melaporkan jumlah yang tak kalah siginifikan, yakni 22.426 WNA dengan persebaran:
- Halut: 17
- Haltim: 103
- Halteng: 22.303
- Morotai: 3
Ridwan menegaskan bahwa lonjakan ini memang menunjukkan “gairah industri dan investasi”, namun ia mengingatkan ada konsekuensi besar di baliknya.
“Jumlah WNA sebanyak ini tidak bisa dipandang remeh. Kami terus memperketat pengawasan agar seluruh aktivitas mereka sesuai dengan aturan keimigrasian yang berlaku,” tegasnya.
Dengan angka sebesar ini, pemerintah daerah diminta tidak lengah. Pengawasan, validasi izin, hingga koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar keamanan dan ketertiban di Maluku Utara tetap terjaga.



















