TERNATE, Jhazirah — Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, menegaskan bahwa wacana pemotongan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi parkir bukanlah solusi yang tepat. Pernyataan itu disampaikan Nasri merespons pandangan akademisi Unkhair Ternate, Dr. Ahmad Yani Abdurahman, yang menilai gagasan tersebut masih prematur.
Nasri menuturkan, sejak awal solusi yang ia tawarkan sudah jelas: digitalisasi sistem pemungutan retribusi parkir. Peralihan dari metode manual ke sistem nontunai dinilai jauh lebih efektif untuk meningkatkan PAD sekaligus memastikan transparansi pelaporan.
“Pemotongan gaji ASN bukan solusi. Digitalisasi parkir adalah cara paling masuk akal agar setiap rupiah pendapatan tercatat dan potensi kebocoran bisa ditekan,” tegasnya.
Namun, Nasri mengakui proses digitalisasi masih belum berjalan optimal. Ia menyebut minimnya keseriusan dan kurangnya kekompakan antar-SKPD penarik PAD menjadi hambatan utama.
“Solusi sudah ada, tinggal dijalankan. Persoalannya, SKPD terkait belum satu suara untuk menerapkan sistem ini secara penuh,” katanya.
Menurut Nasri, digitalisasi tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperbaiki tata kelola parkir, memastikan juru parkir terdata, dan memperkuat pengawasan pendapatan. Ia pun berharap OPD teknis segera menyelaraskan langkah agar sistem digital bisa diterapkan secara efektif.
“Kita ingin kebijakan yang adil, transparan, dan tidak membebani ASN maupun masyarakat,” ujarnya.
Nasri menambahkan bahwa dirinya telah menerima mandat langsung dari Wali Kota Ternate untuk mengoordinasikan seluruh OPD penarik PAD.
“Wali Kota sudah beri mandat dan kami sudah sampaikan solusinya. Tinggal komitmen bersama untuk menjalankan digitalisasi agar tidak ada lagi kebocoran pendapatan,” tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang akuntabilitas dan tata kelola PAD yang lebih modern. Nasri berharap seluruh SKPD penarik PAD segera bergerak serempak agar target pendapatan daerah dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik baru.



















