TERNATE, Jhazirah-Sindikat penipuan yang mencatut nama pejabat tinggi di Provinsi Maluku Utara kembali marak. Nama Kapolda hingga Kejati Malut dicatut pelaku untuk menipu warga dengan berbagai modus.
Seorang warga Malut, Muhammad Ali, menjadi korban setelah mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai perwakilan Kapolda Malut. Pelaku meminta korban mengirim uang ke rekening BRI 001901166646503 atas nama Tommy Gre Siando. Korban mentransfer total Rp 100 juta secara bertahap—Rp 50 juta, Rp 40 juta, dan Rp 10 juta—pada Minggu (7/12/2025) sore.
Modus lain juga terungkap. Pelaku menawarkan lelang mobil Toyota Alphard seri terbaru senilai Rp 850 juta, yang diklaim sebagai barang sitaan Kejati Malut. Seorang pengusaha nyaris menjadi korban sebelum menyadari kejanggalan informasi tersebut.
Dalam aksinya, penipu turut mengarahkan korban mengakses tautan https://iasc.ojk.go.id/ dan mengisi data tertentu. Setelah data terisi, rekening pelaku langsung terblokir otomatis sehingga sulit dilacak.
Kapolda Malut Irjen Pol Waris Agono membenarkan adanya laporan terkait modus tersebut. Ia membeberkan bahwa para penipu sengaja beraksi saat hari libur karena minimnya petugas yang berjaga di kantor OJK maupun bank.
“Para pelaku tahu di hari libur tidak ada petugas yang standby, sehingga mereka memanfaatkan momen tersebut,” ujar Waris.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mengirim uang atau mempercayai tawaran lelang dari pihak yang mengaku pejabat.
“Jika sudah terlanjur menjadi korban, silakan melapor ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam setiap transaksi keuangan,” tegasnya.



















