Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHeadline

Terminal Malifut Mangkrak Sejak 2001, Warga Soroti Diamnya Dishub Halut

×

Terminal Malifut Mangkrak Sejak 2001, Warga Soroti Diamnya Dishub Halut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

HALUT, Jhazirah-Terminal Malifut di Desa Soma dan Wangeotak, Kecamatan Malifut, hingga kini belum juga difungsikan meski telah berdiri selama lebih dari dua dekade. Kondisi terminal tersebut bahkan disebut mati total puluhan tahun tanpa perawatan maupun pengoperasian.

Warga setempat mempertanyakan tanggung jawab Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Utara yang dinilai tidak pernah mengambil langkah nyata untuk memanfaatkan aset publik tersebut.

Example 300x600

“Ini bangunan dari uang rakyat, tapi dibiarkan rusak begitu saja. Kapan akan difungsikan?” kata Hamsa M, warga Malifut.

Kondisi fisik terminal kini sangat memprihatinkan. Bangunan utama rusak parah, atap bocor dan sebagian runtuh, serta bangunan pendukung terkunci tanpa aktivitas. Area parkir kosong, tidak tampak satu pun kendaraan angkutan umum.

Sebagai sopir angkutan rute Malifut–Sofifi, Hamsa mengaku belum pernah merasakan fungsi terminal tersebut sejak ia masih sekolah dasar hingga kini.

“Sejak dulu sampai sekarang terminal ini tidak pernah dipakai. Kami terpaksa menaikkan penumpang di pinggir jalan,” ungkapnya.

Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan penumpang sekaligus menciptakan ketidakteraturan lalu lintas di Kecamatan Malifut.

Kepala Desa Ngofabobawa, Udal, menyebut bahwa sejak tahun 2001, tidak ada keputusan tegas dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terkait pengoperasian terminal.

“Sudah lebih dari 20 tahun dibiarkan. Tidak ada komitmen jelas dari pemerintah daerah, padahal bangunan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Udal, jika dikelola dengan baik, Terminal Malifut dapat menjadi pusat transportasi, mendukung ekonomi warga, dan menambah PAD Halmahera Utara. Namun yang terjadi justru sebaliknya: bangunan terbengkalai dan anggaran publik terbuang sia-sia.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, baik dengan merenovasi dan mengoperasikan terminal, maupun membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema kemitraan yang jelas dan menguntungkan daerah.

Hingga kini, upaya konfirmasi kepada Dinas Perhubungan Halmahera Utara belum membuahkan hasil. Tidak ada pernyataan resmi yang diberikan terkait kondisi Terminal Malifut maupun tuntutan masyarakat untuk segera mengaktifkannya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300250