HALBAR, Jhazirah- Desa Talaga, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mencatatkan prestasi membanggakan di level nasional. Desa yang baru merintis sektor pariwisata ini berhasil masuk jajaran pemenang Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Lompatan Desa Talaga bertumpu pada pengelolaan Pantai Pancora, destinasi pesisir yang dikembangkan bukan sekadar sebagai panorama alam, tetapi sebagai ruang hidup pariwisata berbasis desa. Warga setempat membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), membenahi tata kelola destinasi, serta menggelar Pancora Beach Festival yang diluncurkan langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pada April 2025.
Sejak momentum tersebut, nama Desa Talaga mulai diperhitungkan di tingkat regional hingga nasional.
Kerja kolektif antara pemerintah desa dan masyarakat akhirnya berbuah pengakuan. Setelah melewati seleksi ketat dewan juri, Desa Talaga dinobatkan sebagai Desa Tematik Ramah Lingkungan pada kategori Desa Sangat Tertinggal/Tertinggal/Berkembang.
Prestasi ini menempatkan Talaga sebagai satu-satunya desa dari Provinsi Maluku Utara yang berhasil menembus daftar pemenang nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Desa Butuh, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
Kepala Desa Talaga, Yusri Ahya, hadir langsung menerima penghargaan didampingi Kepala Bidang Pemasaran Disparpora Halmahera Barat, Haris Atid. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Desa H. Yandri Susanto bersama Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, disaksikan sejumlah menteri dan Gubernur Maluku Utara.
Menurut Yusri, capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan Desa Talaga dalam menjadikan pariwisata sebagai jalan baru pembangunan ekonomi warga.
“Kami ingin Talaga tumbuh sebagai desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan tetap menjaga kelestarian alam. Pantai Pancora adalah awal, bukan akhir,” ujar Yusri.



















