HALTENG, Jhazirah.com – Di tengah kepiluan sisa konflik yang masih membekas, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, hadir menabur harapan. Dengan langkah tegar dan pesan yang menyejukkan hati, ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya di Desa Sibenpopo dan Banemo, Kabupaten Halmahera Tengah, untuk kembali merajut tali kerukunan dan persaudaraan.
Kunjungan langsung Gubernur Sherly ke dua desa tersebut pada Rabu, 8 April 2026, bukan sekadar kunjungan protokoler. Ini adalah bentuk respons cepat dan kepedulian mendalam Pemerintah Provinsi dalam menjamin terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan damai pasca konflik.
“Torang ini semua basudara (kita semua ini bersaudara),” tutur Sherly.
Gubernur Serly menekankan pentingnya komunikasi yang baik sebagai kunci utama menjaga persatuan antar desa di Halmahera Tengah. Ia berharap, setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif, jauh dari perpecahan.
“Pesan saya, masalah apa pun itu, upayakan komunikasinya baik-baik. Jangan sampai gara-gara salah paham, tali persaudaraan kita putus,” pesannya, menggarisbawahi urgensi komunikasi yang efektif.
Komitmen Nyata, Bukan Sekadar Janji
Kehadiran Gubernur Sherly di lokasi konflik merupakan penegasan bahwa Pemerintah Provinsi tidak akan tinggal diam. Ia menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat tidak hanya dengan janji-janji manis, melainkan melalui program nyata yang akan diwujudkan bersama.
“Berikan kami kepercayaan. Agar Bapak dan Ibu dapat merasakan bagaimana Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Halmahera Tengah akan bahu-membahu menyelesaikan satu per satu permasalahan masyarakat, baik di Desa Sibenpopo maupun Desa Banemo,” ucapnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi tekad pemerintah untuk menghadirkan inisiatif yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan, perbaikan layanan publik, dan pembangunan berkelanjutan bagi kedua desa. Harapannya, konflik tidak hanya berakhir, tetapi menjadi momentum bagi kebangkitan dan persatuan yang lebih kuat, menjadikan Sibenpopo dan Banemo sebagai contoh teladan kerukunan di Maluku Utara.



















