SOFIFI, Jhazirah — Komisi III DPRD Maluku Utara memastikan akan memanggil Dinas PUPR untuk mengklarifikasi lambatnya progres proyek fisik tahun 2025. Ketua Komisi III, Merlisa Marsaoly, mengungkapkan banyak proyek yang diperkirakan tidak rampung hingga batas akhir tahun anggaran.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian serius adalah pembangunan irigasi di Goal, Halmahera Barat, yang progresnya baru mencapai 22 persen. Angka ini dinilai sangat mengkhawatirkan. “Dengan sisa waktu yang ada, mustahil proyek ini bisa mencapai target. Harus ada tindakan tegas,” kata Merlisa.
Pernyataan Merlisa diperkuat laporan Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang menyebutkan sejumlah proyek fisik mengalami keterlambatan signifikan berdasarkan laporan teknis Dinas PUPR.
Komisi III akan mengundang PUPR dan seluruh pihak terkait dalam RDP untuk memeriksa akar persoalan, termasuk performa rekanan. “Jika pekerjaan tidak selesai, pembayaran harus mengikuti progres. Tidak boleh ada kompromi,” tegasnya.



















