SOFIFI, Jhazirah.com – Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) menunjukkan tren positif yang signifikan. Hingga pertengahan November 2025, realisasi belanja daerah telah menembus angka 67,34 persen, melonjak drastis dibandingkan capaian sebelumnya yang hanya bertengger di kisaran 50 persen.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Malut, Ahmad Purbaya, menyatakan bahwa lonjakan persentase ini menjadi bukti nyata adanya akselerasi dalam pelaksanaan program kerja dan percepatan penyelesaian pekerjaan yang sempat tertunda di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami mencatat per tanggal November ini, penyerapan anggaran sudah berada di angka 67,34 persen. Angka ini meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya yang masih di sekitar 50 persen. Kami optimis hingga akhir Desember nanti, realisasinya bisa naik jauh lebih signifikan lagi,” ungkap Ahmad Purbaya, Kamis (20/11/2025).
Strategi Evaluasi dan Pendampingan Maksimal
Menurut Ahmad, kenaikan signifikan ini tidak lepas dari strategi yang diterapkan BPKAD, yakni dengan melakukan evaluasi rutin dan percepatan proses administrasi belanja di setiap OPD. Pihaknya juga tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif melakukan pendampingan intensif terhadap satuan kerja yang realisasinya masih rendah.
“Peningkatan ini menandakan bahwa langkah-langkah percepatan yang kita lakukan mulai membuahkan hasil. Hambatan-hambatan teknis yang selama ini menjadi kendala, kini kita upayakan selesaikan bersama,” jelasnya.
Ahmad menegaskan, fokus pemerintah saat ini bukan hanya mengejar target persentase semata, tetapi juga menjamin kualitas pelaksanaan anggaran agar tepat guna dan tepat sasaran.
“Yang kami kejar bukan hanya sekadar angka persentase, tetapi yang terpenting adalah kualitas pelaksanaannya. Uang negara harus berputar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Selaras Visi Gubernur dan Wagub
Langkah strategis ini, lanjut Ahmad, sejalan dengan arahan langsung Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Keduanya terus menekankan pentingnya efektivitas penggunaan anggaran daerah demi mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Ini selaras dengan instruksi Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur yang selalu menekankan agar anggaran digunakan secara efektif dan efisien. Pendampingan terhadap OPD yang masih rendah serapannya menjadi kunci agar semua program dan pekerjaan bisa tuntas tepat waktu,” tambahnya.
Dengan momentum yang terus dibangun ini, Pemprov Malut optimis dapat menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian realisasi yang maksimal, sehingga seluruh program pembangunan dapat dinikmati oleh masyarakat Maluku Utara.



















