TERNATE, Jhazirah — Wakil Wali Kota Ternate sekaligus Ketua Pengurus Daerah Persatuan Tinju Amatir Indonesia Kota Ternate, Nasri Abubakar, memastikan cabang olahraga tinju Kota Ternate siap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara 2026 yang akan dimulai pada 1 Juni mendatang.
Nasri menegaskan, persiapan atlet tinju telah dilakukan secara intensif selama kurang lebih empat bulan terakhir. Menurutnya, pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjelang kejuaraan.
“Untuk cabor tinju Kota Ternate, kami nyatakan siap tempur. Persiapan sudah berjalan sekitar empat bulan dan dilakukan terus-menerus untuk mematangkan kemampuan atlet,” ujar Nasri, Selasa (12/05).
Ia mengatakan, olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana penting untuk mengangkat nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, pembinaan atlet membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelatih, keluarga, hingga masyarakat.
Menurut Nasri, pola pembinaan yang diterapkan Pertina Ternate bukan pembinaan instan. Setelah mengikuti kejuaraan, para atlet tetap menjalani latihan rutin untuk menjaga kemampuan teknik dan mental bertanding.
“Persiapan atlet adalah budaya kerja. Setelah pulang dari kejuaraan nasional maupun antar daerah, kami langsung kembali berlatih agar kemampuan tetap terjaga dan terus meningkat,” katanya.
Pada Porprov Maluku Utara 2026, Kota Ternate akan menurunkan 11 atlet tinju yang terdiri dari tujuh petinju putra dan empat petinju putri. Mereka dipersiapkan untuk mempertahankan dominasi tinju Ternate yang selama ini dikenal sebagai salah satu cabang andalan penyumbang medali.
Nasri optimistis tinju kembali menjadi penentu keberhasilan Kota Ternate meraih gelar juara umum Porprov.
“Tinju selama ini selalu menjadi andalan dan penentu gelar juara umum. Kami berharap Porprov tahun ini tinju kembali menjadi kekuatan utama Kota Ternate,” ujarnya.
Ia juga memasang target tinggi dengan membidik minimal 10 medali emas dari cabang olahraga tinju. Bahkan, Nasri berharap seluruh atlet yang diturunkan mampu membawa pulang medali.
Meski menghadapi keterbatasan sarana dan dukungan anggaran, Nasri menegaskan hal tersebut tidak akan mengurangi semangat pembinaan atlet.
“Keterbatasan fasilitas dan anggaran memang menjadi tantangan bersama. Namun itu tidak akan menghentikan langkah kami untuk tetap mempersiapkan atlet agar tampil maksimal dan mengharumkan nama Kota Ternate,” pungkasnya.



















