HALSEL, Jhazirah.com– Beberapa kali mengalami penundaan, pelaksanaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan digelar di Kecamatan Kayoa Utara ternyata bukan semata-mata disebabkan oleh pembangunan panggung utama yang belum selesai. Lebih dari itu, berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti pengaspalan jalan, ketersediaan air bersih, hingga fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dinilai perlu dievaluasi kembali demi kenyamanan bersama. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan MTQ kembali dijadwalkan akan dibuka pada tanggal 28 April.
Berdasarkan pantauan tim lapangan Jhazirah.com, selain struktur panggung acara yang masih dalam tahap pengerjaan, kondisi infrastruktur pendukung juga memprihatinkan. Salah satunya adalah proses pengaspalan jalan di wilayah Desa Larombati yang hingga saat ini belum tuntas dikerjakan.
Namun, perhatian utama tertuju pada fasilitas sanitasi atau MCK. Pasalnya, sejumlah MCK yang dipasang di sekitar lokasi acara diketahui menggunakan tangki septik (saputeng) yang kondisinya sudah rusak. Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat potensi bau tidak sedap dan gas beracun yang dihasilkan dari kotoran dapat menguap dan menyebar ke udara.
“Saya berharap panitia dan pemerintah daerah dapat mengevaluasi ulang penggunaan MCK yang dipasang di atas tangki septik rusak tersebut. Fasilitas tersebut sebenarnya sudah tidak layak dan tidak lagi digunakan oleh warga setempat,” ujar sumber di lokasi.
Lebih lanjut ditegaskan, penggunaan fasilitas dengan tangki yang rusak sebaiknya dihindari dan tidak dipaksakan. Mengingat MTQ ini adalah kegiatan besar yang diselenggarakan oleh daerah, sudah sepatutnya meninggalkan kesan dan kenyamanan yang baik bagi semua pihak.
“Jangan dipaksakan dipasang dan digunakan, karena pada akhirnya masyarakat dan peserta yang akan menderita karena terpapar bau busuk yang menyengat. Kenyamanan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama,” tandasnya.



















