HALUT, Jhazirah — Upaya penanganan stunting yang dilakukan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli menunjukkan hasil positif. Dari 95 anak dan balita yang sebelumnya mendapatkan intervensi, sebanyak 74 anak berhasil keluar dari kategori stunting.
Meski demikian, NHM Peduli masih melanjutkan pendampingan terhadap 21 anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Tindak lanjut dilakukan melalui skrining kesehatan yang menyasar anak dan balita di lima kecamatan wilayah lingkar tambang Kabupaten Halmahera Utara, yakni Kao Barat, Kao Utara, Kao, Malifut, dan Kao Teluk.
Sebanyak 29 anak dan balita menjalani skrining dalam rangkaian kegiatan lanjutan tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara lebih komprehensif dengan melibatkan dokter spesialis anak.
Dokter spesialis anak dilibatkan untuk membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan, penyakit bawaan maupun faktor genetik yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Ketua Program Stunting NHM Peduli, Munir Radjabessy, mengatakan pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan intervensi diberikan berdasarkan kondisi masing-masing anak.
“Kegiatan skrining ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini risiko stunting pada anak dan balita, sehingga mereka dapat memperoleh intervensi yang tepat dan efektif untuk mencegah maupun menanggulanginya,” ujar Munir.
Program skrining ini merupakan tindak lanjut dari hasil analisis intervensi gizi yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara terhadap program NHM Peduli.
Pelaksanaan skrining dilakukan secara bertahap. Tahap pertama berlangsung pada 24 April 2026, kemudian tahap kedua pada 11–13 Agustus 2026, dan akan dilanjutkan dengan tahap ketiga.
Dari 29 anak yang diperiksa, 20 anak sebelumnya telah terdata dalam intervensi tahap pertama dan kedua. Empat anak lainnya merupakan tambahan yang ditemukan memiliki kelainan, sedangkan lima anak masuk kategori stunting berdasarkan permintaan masyarakat.
Hasil evaluasi terhadap 95 anak dan balita yang telah mendapatkan intervensi menunjukkan 74 anak berhasil keluar dari kategori stunting. Sementara 21 anak masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut. Dari kelompok tersebut, empat anak diketahui memiliki penyakit bawaan dan faktor genetik yang turut memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan mereka.
Secara keseluruhan, Program Penanganan Stunting NHM Peduli tahap I dan II mencatat capaian rata-rata sebesar 80 persen.
NHM Peduli memastikan pendampingan akan terus diperkuat, khususnya bagi anak dan balita yang masih membutuhkan perhatian khusus. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung keluarga dalam mencegah dan menangani stunting secara berkelanjutan.



















