TERNATE, Jhazirah.com — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-V Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara yang digelar di Hotel Bela Ternate, Senin (2/11/2026). Di tengah acara resmi yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, satu nama menjadi pusat perhatian: Nasri Abubakar. Kehadirannya seakan memunculkan sosok pemimpin masa depan Kota Ternate yang telah lama dinantikan masyarakat untuk membawa perubahan yang lebih baik.
Wakil Wali Kota Ternate ini tampil sebagai satu-satunya calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara. Kehadirannya bukan sekadar momentum konsolidasi partai, melainkan sinyal kuat bahwa tokoh yang berpengalaman dan tulus mengabdi kini berada di jalur utama untuk memimpin perubahan besar di masa depan Kota Ternate.
Acara pembukaan MUSDA ke-V ini juga dihadiri secara virtual oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Turut hadir jajaran pengurus DPP Partai Demokrat, pengurus DPD Maluku Utara, serta para Ketua DPC dari 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Ketua Panitia MUSDA ke-V, Junaidi Baharuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Konsolidasi Demokrat: Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan” guna memperkuat struktur partai dalam menyambut Pemilu 2029.
Penjaringan bakal calon ketua dibuka selama tujuh hari, dari 25 hingga 31 Oktober 2026. Selama periode tersebut, hanya satu nama yang mendaftar: Nasri Abubakar.
“Berdasarkan hasil verifikasi berkas, Nasri Abubakar dinyatakan melengkapi seluruh persyaratan. Ketua DPC dari 10 kabupaten/kota selaku pemegang hak suara secara bulat memberikan dukungan penuh kepadanya,” ujar Junaidi.
Ia berharap MUSDA ke-V ini berjalan demokratis dan transparan, menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan Partai Demokrat di Maluku Utara.
Sekjen DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan bahwa status calon tunggal belum serta-merta menjadikan seseorang sebagai Ketua DPD secara definitif. Setelah proses musyawarah dan masa demisioner kepengurusan lama yang diambil alih sementara oleh BPOKK, nama bakal calon akan diusulkan ke DPP. Penetapan resmi kemudian diputuskan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Sementara itu, pengurus daerah tetap menjalankan roda organisasi selama masa transisi.
Herman juga menyinggung alasan percepatan MUSDA ini, antara lain karena keterlambatan periodisasi sebelumnya akibat pandemi COVID-19 dan dinamika internal partai di masa lalu. Sesuai AD/ART, percepatan ini dilakukan agar konsolidasi partai semakin matang dalam menghadapi Pemilu 2029.



















