Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline

NHM Gelar Diklat Juru Ledak II di Site Gosowong, Perkuat Standar Keselamatan Operasional

×

NHM Gelar Diklat Juru Ledak II di Site Gosowong, Perkuat Standar Keselamatan Operasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GOSOWONG – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (LSP PPSDM Geominerba) menggelar Diklat dan Penyegaran Uji Kompetensi Juru Ledak II di Gedung Safety Training, Site Gosowong, Sabtu (13/4/2026).

Pelatihan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026, dan dibagi dalam dua sesi, yakni refresher yang diikuti enam peserta pada 13–15 April, serta sesi reguler yang diikuti 16 peserta pada 13–17 April. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 22 orang dari berbagai departemen.

Example 300x600

NHM menyebut kegiatan peledakan dalam industri pertambangan merupakan tahapan operasional berisiko tinggi yang membutuhkan pengendalian ketat. Tanpa perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, kerusakan peralatan, gangguan lingkungan, hingga menurunkan efisiensi penambangan.

Deputy Director of Operation (DDO)/KTT NHM, Rara Dodo Lawolo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu menjalankan kegiatan peledakan secara aman, efektif, dan sesuai standar.

“Jadikan diklat ini sebagai bagian untuk memperkuat dan memantapkan lagi kompetensi yang sudah dimiliki. Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Harapan kami, tentu para peserta mengikuti dengan baik dan dinyatakan kompeten,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator LSP PPSDM Geominerba, Achmad Saepulloh, menegaskan bahwa sertifikasi Juru Ledak II bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan amanat regulasi Kementerian ESDM yang wajib dipenuhi personel di industri pertambangan.

“Meskipun kegiatan peledakan sudah menjadi bagian dari rutinitas harian para peserta, pengakuan kompetensi formal sangat krusial untuk memastikan setiap prosedur di lapangan telah memenuhi standar nasional yang berlaku,” katanya.

Manajer HSE NHM, Widi Wijaya, menambahkan meski program sempat menghadapi kendala teknis maupun nonteknis sejak direncanakan pada bulan Ramadan, pelaksanaan saat ini diharapkan memberi hasil positif yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Pelatihan tersebut mencakup materi peraturan keselamatan, pengangkutan, peramuan, persiapan, penerapan, praktik lapangan, hingga pemeriksaan pasca-peledakan. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti uji kompetensi langsung dari LSP ESDM untuk memperoleh sertifikasi resmi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300250