Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline

Puluhan Tahun Menunggu, Warga Malifut Bangun Sendiri Jalan Tani Panaburu yang Terabaikan

×

Puluhan Tahun Menunggu, Warga Malifut Bangun Sendiri Jalan Tani Panaburu yang Terabaikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
https://jhazirah.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-27-at-19.59.03.jpeg

HALUT, Jhazirah – Kesabaran masyarakat Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, akhirnya mencapai batasnya. Setelah puluhan tahun menunggu realisasi pembangunan yang tak kunjung datang, warga setempat memilih bertindak sendiri dengan membangun dan memperbaiki Jalan Usaha Tani Panaburu secara swadaya.

Jalan yang menjadi akses utama para petani mengangkut hasil pertanian tersebut selama bertahun-tahun berada dalam kondisi rusak berat. Lubang menganga, badan jalan yang sulit dilalui, hingga genangan saat musim hujan menjadi pemandangan yang sudah lama dirasakan masyarakat.

Example 300x600

Berbagai usulan pembangunan telah disampaikan kepada pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Namun hingga kini, harapan masyarakat hanya berakhir pada janji tanpa realisasi.

Antho, salah satu petani yang setiap hari memanfaatkan akses tersebut, mengaku kecewa dengan minimnya perhatian pemerintah dan para wakil rakyat terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Di mana Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi? Di mana para anggota DPR baik tingkat kabupaten maupun provinsi yang selama ini mengatakan siap memperjuangkan aspirasi rakyat?” ujar Antho.

Menurutnya, janji pembangunan jalan selalu muncul setiap kali mendekati pembahasan anggaran maupun momentum politik. Namun setelah itu, persoalan jalan tani kembali dilupakan.

“Kami sudah lelah menunggu. Bertahun-tahun hasil bumi kami mengalami kerugian karena sulit diangkut ke pasar akibat kondisi jalan yang rusak parah. Kami sudah bersuara, tetapi seakan tidak ada yang mendengar,” katanya.

Karena kondisi tersebut terus berlarut-larut, masyarakat akhirnya mengambil langkah mandiri. Warga mengumpulkan dana dari hasil pertanian mereka, menyewa alat berat, dan bergotong royong memperbaiki jalan yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian desa.

Upaya swadaya tersebut kini mulai membuahkan hasil. Jalan Panaburu perlahan kembali layak dilalui dan memudahkan aktivitas masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan pembangunan jalan secara mandiri ini sekaligus menjadi kritik keras terhadap para pemangku kebijakan yang dinilai belum mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.

Antho menegaskan, langkah warga membangun jalan sendiri bukan karena mereka tidak membutuhkan kehadiran pemerintah, melainkan karena terlalu lama menunggu janji yang tak kunjung diwujudkan.

“Kalau kami tidak bangun sendiri, sampai kapan pun mungkin jalan ini tidak akan pernah disentuh. Kami berharap ke depan para pemimpin dan wakil rakyat benar-benar hadir bukan hanya saat membutuhkan suara rakyat, tetapi juga ketika rakyat sedang mengalami kesulitan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300250