Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahHeadline

Tak Lagi Menunggu Janji, Warga dan Kades Tahane Buktikan Jalan Panaburu Bisa Dibangun Secara Mandiri

×

Tak Lagi Menunggu Janji, Warga dan Kades Tahane Buktikan Jalan Panaburu Bisa Dibangun Secara Mandiri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
https://jhazirah.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-27-at-19.59.03.jpeg

HALUT, Jhazirah – Di tengah minimnya realisasi pembangunan yang selama bertahun-tahun dinantikan, masyarakat Kecamatan Malifut memilih bergerak sendiri. Bersama Pemerintah Desa Tahane, warga membuktikan bahwa Jalan Usaha Tani Panaburu tetap dapat dibangun tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Desa Tahane, Rafid U Basyarun, yang menyebut pembangunan jalan saat ini sepenuhnya didorong oleh semangat gotong royong masyarakat dan dukungan pihak swasta.

Example 300x600

Menurut Rafid, jalan yang menjadi jalur utama aktivitas pertanian warga itu telah lama menjadi harapan masyarakat. Namun hingga kini, berbagai janji pembangunan yang pernah disampaikan belum juga berujung pada realisasi.

Karena itu, masyarakat memutuskan untuk tidak lagi menunggu.

“Saya tegaskan, tanpa bantuan pemerintah sekalipun, Jalan Panaburu tetap bisa dibangun. Apa yang sedang dikerjakan hari ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat mampu bergerak dan berbuat untuk kepentingannya sendiri,” ujar Rafid.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pekerjaan yang berlangsung di lapangan tidak menggunakan dana pemerintah. Mulai dari pembersihan lokasi, pembukaan akses, pematangan badan jalan hingga rencana pengecoran dilakukan dengan biaya hasil swadaya masyarakat.

Warga secara sukarela mengumpulkan dana sesuai kemampuan masing-masing, sementara sejumlah pihak swasta turut memberikan kontribusi guna mempercepat proses pembangunan.

“Semua yang dikerjakan saat ini berasal dari kekuatan masyarakat sendiri dan dukungan swasta. Tidak ada dana APBD yang digunakan dalam pekerjaan ini,” katanya.

Langkah tersebut lahir dari kekecewaan masyarakat yang selama ini merasa aspirasi mereka belum mendapat perhatian serius. Sebelumnya, sejumlah warga mengaku sudah berkali-kali menyampaikan harapan agar Jalan Panaburu diperbaiki karena merupakan akses vital bagi pengangkutan hasil pertanian.

Meski demikian, kondisi jalan tetap dibiarkan rusak hingga akhirnya masyarakat mengambil inisiatif sendiri untuk memperbaikinya.

Saat ini, progres pembangunan mulai terlihat dan memberikan harapan baru bagi para petani yang selama ini harus berjuang menghadapi akses jalan yang sulit.

Rafid berharap perjuangan masyarakat Panaburu dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga soal kepedulian dan keberpihakan terhadap kebutuhan rakyat.

“Yang terpenting bagi kami adalah masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Jalan ini dibangun untuk kepentingan petani dan masa depan ekonomi warga,” tutupnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300250