HALUT, Jhazirah – Upaya menekan angka stunting di wilayah lingkar tambang terus diperkuat melalui kolaborasi antara PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta kader Posyandu setempat.
Melalui Program Penanganan Stunting NHM Peduli tahap kedua, NHM memastikan dukungan nutrisi dan pendampingan kesehatan diberikan kepada balita yang membutuhkan.
Program tersebut berlangsung pada 7 hingga 11 Juli 2026 di lima kecamatan, yakni Malifut, Kao Teluk, Kao Utara, Kao, dan Kao Barat. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program tahap pertama yang dimulai pada April 2026.
Dalam mendukung pelaksanaan program, NHM Peduli menyediakan berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari pendanaan logistik, alat ukur standar, hingga tambahan nutrisi yang sulit diperoleh di sejumlah wilayah.
Fokus kegiatan diarahkan pada pemberian makanan pendamping bergizi berbasis bahan lokal dan susu formula sesuai kebutuhan usia balita. Program juga mengedepankan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.
Kolaborasi dengan TNI menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan optimal. Babinsa diterjunkan langsung untuk mendampingi proses distribusi bantuan di wilayah yang teridentifikasi memiliki balita stunting.
“Kami telah mengerahkan personel Babinsa di titik-titik pemukiman yang teridentifikasi memiliki balita stunting untuk berkolaborasi dengan tim NHM Peduli,” jelas Danramil 1508-03/Kao Kapten Inf. Frans Rishard Komea.
Penanggung jawab Program Stunting NHM, Munir Radjabessy, mengatakan keberhasilan program sangat bergantung pada kesinambungan pendampingan serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Ia menyebut evaluasi awal menunjukkan dampak positif, dengan adanya peningkatan berat dan tinggi badan anak penerima manfaat setelah program berjalan.
Melalui program ini, NHM menegaskan komitmennya bahwa aktivitas industri dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.



















