GOSOWONG, Jhazirah – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memperkuat sistem manajemen tanggap darurat untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tambang Emas Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Melalui aktivasi Emergency Management Team (EMT) pada awal September 2026, NHM mengintegrasikan pengerahan personel, peralatan, logistik, dan pemantauan lapangan dalam satu sistem komando. Langkah ini diambil ketika kebakaran mulai mendekati sejumlah area operasional perusahaan.
Aktivasi EMT dilakukan oleh Wakil Direktur Operasi/Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM untuk memastikan respons terhadap kebakaran berlangsung cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan pekerja serta perlindungan fasilitas vital tambang.
Dalam sistem tersebut, manajemen NHM bertindak sebagai Incident Commander. Sementara itu, Command Center menjadi pusat koordinasi informasi, pemantauan situasi, dan pengendalian operasi.
Evaluasi dilakukan setiap hari pukul 14.00 WIT guna menilai perkembangan penanganan dan menentukan kebutuhan respons berikutnya, termasuk koordinasi dengan pihak eksternal apabila diperlukan.
Superintendent Emergency Response Team (ERT) NHM, Hendrick Lesa, menjelaskan bahwa sistem komando terpadu memudahkan koordinasi lintas departemen. Dukungan logistik, peralatan, dan personel disiapkan untuk menunjang kelancaran operasi sekaligus menjaga keselamatan petugas di lapangan.
Dari sisi teknis, NHM menjalankan pemetaan wilayah rawan, pemantauan titik api menggunakan drone oleh tim Security, pemantauan cuaca, dan patroli berkala. Perusahaan juga melakukan pembersihan vegetasi kering, pembuatan serta pemeliharaan sekat bakar (fire break), dan penyiapan akses pemadaman serta sumber air.
Upaya tersebut diperkuat dengan pengerahan personel dan armada pemadam untuk membantu penanganan kebakaran di luar kawasan operasional, yakni di desa-desa lingkar tambang.
Hingga pertengahan Oktober 2026, penanganan telah mencakup 15 area kebakaran di kawasan operasional Gosowong dan dukungan pemadaman di sembilan desa lingkar tambang, termasuk area PLN Kecamatan Malifut.
Dalam rapat evaluasi EMT pada Senin (12/10/2026), hasil pemantauan drone menunjukkan titik-titik api yang sebelumnya terpantau di kawasan Gosowong telah berhasil dipadamkan.
Capaian tersebut tidak membuat perusahaan menghentikan langkah antisipasi. NHM tetap memantau kondisi cuaca dan wilayah rawan, menjaga ketersediaan sumber daya, serta memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan dan komunikasi dengan masyarakat.
Dukungan Direksi, Tim ERT, dan relawan lintas departemen juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan respons darurat. Seluruh personel diingatkan agar tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap tindakan, termasuk selama pola siaga 24 jam.
Di tengah cuaca kering berkepanjangan dan risiko kebakaran yang masih perlu diwaspadai, penguatan sistem komando, pemantauan berbasis drone, dan kesiapan sumber daya menjadi instrumen NHM untuk mengendalikan karhutla serta menjaga keberlangsungan operasi secara aman.



















