Sofifi, Jhazirah.com – Semangat mendorong inovasi dan kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan infrastruktur di Maluku Utara akan diwujudkan melalui Teknik Expo Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Inovasi untuk Menjawab Tantangan Infrastruktur Wilayah Maluku Utara” tersebut akan dipusatkan di Lapangan Voli Desa Garejou.
Teknik Expo 2026 merupakan kegiatan kolaborasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) dengan Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Garejou (PPMG). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kalangan akademik, mahasiswa, pemuda dan masyarakat dalam membangun gagasan terkait masa depan infrastruktur Maluku Utara.
Ketua Panitia Teknik Expo 2026, Nizma Sari Usman, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk membangun sinergi, bertukar gagasan, serta memperkenalkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.
Menurut Nizma, tantangan pembangunan di Maluku Utara tidak dapat hanya dilihat dari aspek pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan inovasi, perencanaan yang matang, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
Ia menilai kolaborasi antara BEM FT Unibrah dan PPMG menjadi langkah penting untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada mahasiswa, tetapi juga membuka ruang keterlibatan masyarakat, khususnya pemuda di Desa Garejou.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong semangat kolaborasi dan inovasi. Tantangan infrastruktur di Maluku Utara membutuhkan sinergi banyak pihak, sehingga ide dan gagasan yang muncul tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian poin utama yang disampaikan Nizma.
Sementara itu, Ketua Pemuda Garejou, Budiman A. Majid, menyambut positif pelaksanaan Teknik Expo 2026 yang menjadikan Desa Garejou sebagai lokasi kegiatan.
Menurut Budiman, keterlibatan masyarakat dan pemuda menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang membawa isu strategis mengenai pembangunan infrastruktur Maluku Utara tersebut.
Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Teknik dan pelajar mahasiswa asal Garejou dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat.
“Pemuda harus menjadi bagian dari proses pembangunan. Kami tentu menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang bagi anak muda untuk belajar, berdiskusi, membangun jaringan, sekaligus ikut melihat berbagai tantangan pembangunan di daerah,” kata Budiman.
Budiman berharap kehadiran Teknik Expo tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Garejou serta membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembahasan pembangunan daerah.
Ia juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan aman, tertib dan memberikan manfaat bagi warga maupun para peserta yang datang dari berbagai kalangan.
Teknik Expo 2026 diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan antara kalangan akademisi, mahasiswa, praktisi, pemerintah, pemuda, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi BEM FT Unibrah dan PPMG menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan ini karena mempertemukan kapasitas akademik mahasiswa teknik dengan pengalaman serta keterlibatan pemuda dan masyarakat Garejou.
Tema “Sinergi Inovasi untuk Menjawab Tantangan Infrastruktur Wilayah Maluku Utara” dinilai relevan dengan kondisi Maluku Utara sebagai daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis serta kebutuhan pembangunan infrastruktur yang beragam.
Karena itu, inovasi dan sinergi menjadi dua aspek penting dalam mendorong pembangunan yang lebih efektif, adaptif dan sesuai dengan karakteristik wilayah.
Melalui Teknik Expo 2026, panitia berharap lahir gagasan-gagasan konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda bahwa persoalan infrastruktur merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan demikian, Teknik Expo 2026 bukan sekadar agenda mahasiswa, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara kampus, pemuda dan masyarakat untuk membicarakan serta menawarkan gagasan terhadap tantangan pembangunan Maluku Utara.



















